Ini yang paling sering bikin bingung guru yang baru pertama kali buka GuruGercep: sudah semangat mau langsung generate ATP atau RPM, eh ternyata muncul permintaan “pilih sekolah dulu” / “pilih rombel dulu”. Rasanya seperti nyasar — aplikasinya sudah dibuka bisa langsung generate ATP-TP, RPM, dan dokumen lain nya, namun disarankan untuk melakukan setup awal. Meskipun setup awal seperti nama sekolah, rombel, dan kaldik tidak wajib di kerjakan lebih dulu di aplikasi GuruGercep, namun 3 setup ini sangat disarankan, kenapa?
Jawabannya sederhana: GuruGercep memang sengaja meminta identitas dasar diisi lebih dulu, supaya setiap dokumen yang nanti dihasilkan — ATP, RPM, PROSEM, sampai Asesmen — otomatis punya kop yang benar, nama sekolah yang benar, dan pekan efektif yang benar, tanpa bapak/ibu guru harus mengetik ulang data yang sama berkali-kali di setiap dokumen.
Urutannya cuma tiga langkah, dan begini penjelasan masing-masing beserta alasannya.
1. Daftarkan Sekolah — Bukan Diketik Manual, Tapi Dicari dari Data Resmi
Langkah pertama dan direkomendasikan paling awal: mendaftarkan satuan pendidikan tempat bapak/ibu guru mengajar. Ini beda dari sekadar mengetik nama sekolah di kolom teks biasa — GuruGercep meminta sekolahnya dicari dari data resmi Kemendikdasmen, lewat dua tahap:
- Pilih Kabupaten/Kota: ketik nama kab/kota tempat sekolah berada, misalnya “Jakarta Barat”.
- Cari nama sekolah atau NPSN: setelah kab/kota terpilih, tinggal ketik sebagian nama sekolah (misal “SMP Negeri 1”) atau langsung ketik NPSN 8 digit kalau sudah hafal.
Begitu sekolah dipilih dari daftar resmi, nama sekolah, NPSN, alamat, sampai jenjang (SD/SMP/SMA/SMK, termasuk PKBM dan SLB yang otomatis masuk kategori nonformal) langsung terisi otomatis dan konsisten — tidak ada lagi risiko typo nama sekolah beda-beda di tiap dokumen yang dibuat. Satu NPSN cuma bisa didaftarkan sekali per akun, jadi tidak akan kedaftar dobel.
Setelah sekolah ketemu, tinggal lengkapi dua hal tambahan yang dipakai untuk kop dan lembar pengesahan dokumen: nama Kepala Sekolah beserta gelar dan NIP Kepala Sekolah. Kalau ini sekolah pertama yang didaftarkan, otomatis jadi “Sekolah Utama” — yaitu sekolah default yang dipakai di profil akun dan kop dokumen baru. Guru yang mengajar di lebih dari satu sekolah bisa mendaftarkan semuanya, lalu pilih salah satu sebagai utama.
| Gambar 2 - Screenshot Form Daftar Sekolah |
2. Buka Rombel — Satu Kali Setup per Kelas, Dipakai untuk Semua Mapel
Setelah sekolah terdaftar, langkah kedua adalah membuka rombongan belajar (rombel) alias kelas tempat bapak/ibu guru mengajar. Rombel ini yang nanti jadi identitas ATP dan RPM — jadi harus ada dulu sebelum dokumen bisa dibuat.
Yang perlu diisi cuma empat:
- Satuan pendidikan: pilih dari sekolah yang sudah didaftarkan di langkah 1. Kalau baru punya satu sekolah, otomatis kepilih.
- Tahun ajaran: misalnya 2026/2027.
- Jenjang & tingkat kelas: jenjang otomatis terisi dari sekolah yang dipilih (misalnya SMP), tinggal pilih tingkat kelasnya (Kelas VII, VIII, atau IX). Fase kurikulum (Fase D, dst.) otomatis mengikuti tingkat yang dipilih.
- Nama rombel: cukup nama pendek, misalnya “A” atau “Mesin Produksi” untuk SMK. Nama lengkap seperti “Kelas VII-A” disusun otomatis, tidak perlu diketik ulang.
| Gambar 3 - Screenshot Form Buka Rombel |
3. Isi Kalender Pendidikan (Kaldik) — Dasar Hitung Pekan Efektif
Langkah terakhir yang direkomendasikan adalah sebelum generate dokumen pembelajaran (terutama PROSEM) adalah mengisi Kalender Pendidikan (Kaldik) untuk tahun ajaran yang dipakai. Kaldik inilah yang jadi dasar sistem menghitung berapa pekan efektif belajar di tiap semester untuk tiap tingkat kelas.
Begitu tahun ajaran dipilih, GuruGercep sudah menyiapkan kerangka pekan KBM standar sebagai titik awal — bapak/ibu guru tidak perlu menyusun kalender dari nol. Tinggal menandai pekan-pekan yang statusnya berubah jadi “Tidak efektif” (misalnya libur semester, hari besar, kegiatan sekolah seperti MOS atau HUT), lalu isi inisial dan keterangannya. Ada daftar inisial baku yang sudah disediakan, atau bisa isi inisial sendiri kalau kegiatannya spesifik untuk sekolah/daerah masing-masing.
| Gambar 4 - Screenshot Editor Kaldik |
Yang membedakan Kaldik GuruGercep dari kalender biasa: penandaan bisa dilakukan per tingkat kelas, bukan cuma satu kalender pukul rata untuk semua kelas. Jadi kalau ada kegiatan yang cuma memengaruhi kelas tertentu (misalnya kelas IX libur lebih awal karena ujian, sementara kelas VII dan VIII tetap KBM), itu bisa ditandai khusus untuk kelas tersebut saja — tidak ikut mengubah kelas lain. Ada juga fitur tarik-lepas (drag and drop) untuk menyalin status satu pekan ke pekan lain, biar tidak perlu klik satu-satu kalau polanya berulang.
Setelah kaldik tersimpan, sistem otomatis menghitung jumlah pekan efektif per semester untuk tiap tingkat kelas — angka inilah yang langsung dipakai saat menyusun PROSEM, tanpa perlu dihitung manual.
4. Setelah Tiga Langkah Ini, Semua Fitur Lain Tinggal Jalan
Begitu sekolah, rombel, dan kaldik tahun ajaran yang dipakai sudah lengkap, bapak/ibu guru tidak perlu mengulang setup ini lagi setiap mau bikin dokumen baru. Cukup:
- Generate atau Impor ATP dengan tinggal memilih rombel dan mapel yang sudah ada.
- Lanjut ke RPM per Tujuan Pembelajaran, kop dan identitas sudah otomatis mengikuti sekolah dan rombel yang dipilih.
- PROSEM langsung memakai angka pekan efektif dari kaldik yang sudah diisi — tidak perlu hitung manual lagi.
- Dokumen turunan lain seperti Asesmen, LKPD, hingga Bundel Supervisi juga otomatis mewarisi identitas yang sama.
Kalau tahun ajaran berganti, tinggal buka rombel baru dan isi kaldik untuk tahun ajaran itu — data sekolah yang sudah terdaftar tidak perlu diulang.
Kesimpulan
Permintaan “pilih sekolah dulu” atau “pilih rombel dulu” yang muncul saat pertama kali buka GuruGercep bukan penghalang, melainkan setup identitas satu kali di awal supaya semua dokumen yang dihasilkan nanti otomatis konsisten — kop benar, nama sekolah benar, dan pekan efektif terhitung otomatis. Urutannya cuma tiga: daftarkan sekolah dari data resmi Kemendikdasmen, buka rombel untuk kelas yang diajar, lalu isi kalender pendidikan untuk tahun ajaran yang dipakai. Setelah itu, seluruh alur GuruGercep — dari ATP, RPM, PROSEM, sampai dokumen turunan lainnya — tinggal jalan tanpa perlu mengetik ulang identitas yang sama berkali-kali.
Baru pertama kali buka GuruGercep dan belum setup sekolah?
👉 Mulai sekarang di https://gurugercep.id
Komentar
Posting Komentar