Sudah susah payah menyusun ATP lengkap dengan TP, RPM, sampai asesmen — lalu muncul pertanyaan wajar: buat apa dibagikan ke Bank Dokumen? Nanti cuma dipakai gratis oleh guru lain, sementara yang bikin capek sendiri. Kalau itu yang jadi alasan menahan diri untuk membagikan, ada dua hal yang mungkin belum kepikiran — satu untuk orang lain, satu lagi ternyata untuk diri sendiri. 1. Alasan yang Sudah Jelas: Guru Lain Tidak Perlu Mulai dari Nol Ini alasan yang paling mudah dipahami. Ada guru lain di luar sana — boleh jadi baru pertama kali mengajar mapel atau fase tertentu, boleh jadi sudah lama mengajar tapi kurikulum acuannya berubah — yang sedang menghadapi dokumen kosong yang sama seperti yang pernah dihadapi sebelum ATP ini jadi. Satu paket yang dibagikan bisa jadi titik awal bagi mereka: tinggal adopsi, sesuaikan dengan kondisi kelasnya, tanpa harus menyusun ulang dari nol. Manfaat ini nyata, tapi bukan satu-satunya alasan untuk membagikan. Ada satu lagi yang justru berputar ba...